aku terlalu bersenang-senang hari itu, sampai sulit diungkapkan. aku hanya sedikit menuliskannya. jadi aku memutuskan untuk menggabungkan 2 hari jadi 1 posting saja
Bali, 18 Februari 2011
14.33 Bedugul dan Air terjun git-git
Hari keduaku terasa menggembirakan dalam perjalanan yang panjang dan berliku. Bermandikan air dingin yang jernih dan memancar terpecah dua kebawah bagaikan kembar. Aku duduk diatas sebuah batu besar menikmati keindahan alam dan keceriaan teman, aku tidak pernah sendiri.
Bali, 19 Februari 2011
10.07 Pantai di daerah sanur
Sebuah pantai yang sepi memecah keasyikanku sendiri. Pantai tak berombak padahal angin berhembus kencang. Kami penemunya! Kami penguasanya! Sekarang aku tidur tenang diatas tenangnya air asin ini, terdengar sayup-sayup suara canda tawa temanku. Aku ikut! Aku berlari mengejar mereka dengan secercah air yang melayang disampingku. Hari yang menyenangkan di bawah teriknya matahari pagi.
17.38 Kuta
Aku kembali menemui matahari. Sangat menyejukkan melihatnya mengumpat dibalik cakrawala. Terlalu banyak yang dilihat mataku dan perlu dibingkai dalam fotoku. Batere kamera ku habis, sial. Semoga foto di dalam kamera otakku ini tidak mudah pudar. Kami berjalan mengitari pantai. Kakiku terpedam dalam pasir yang sangat lembut. Bulan belum terlihat, padahal langit sudah gelap, mungkin malu. Kami makan bekal yang sudah dipersiapkan sebelumnya, sangat kekeluargaan. Aku senang.
23.34 Masih di Kuta
Keramaian memang menyenangkan, tetapi sepertinya aku memang tidak cocok dengan hal itu. Tapi, tetap terasa menyenangkan di sepanjang jalan itu.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment