Ini bukan kisahku, tetapi kisah temanku dan kisah sari hampir setiap manusia di dunia. Dan mungkin ini kisahmu.
Mala mini gelap tanpa bintang, langit kosong, banyak hati yang kelabu. Semua berjalan sendiri-sendiri memikirkan nasibnya, masa depannya, apa yang diinginkannya, dan apa yang terbaik baginya. Selalu harus ada yang dikorbankan. Entah yang diinginkan atau yang dibutuhkan. Selalu ada yang tersakiti dan akan balik menyakiti. Siklus itu menjadi siklus tak bersudut seperti lingkaran. Ketenangan buyar sejenak. Kadang orang memang tidak menyadari bagaimana perasaan orang yang sedang bicara di depannya, ia berbicara seakan-akan tidak ada apa-apa, sedangkan orang lain menahan pahitnya.
Cinta pergi dan yang lain datang, pilihlah. Itu hakmu. Keputusan diambil untuk dijalankan, ingkarilah itu jika melawan suara hatimu. Suara hati akan selalu membawa ke jalan yang tepat. Tutup saja mulut emosi itu, dengarkanlah suara hatimu. Semoga mengembalikan kedamaian.
Mencintailah untuk dicintai, menyayangilah untuk disayangi. Jangan pernah sekali-kali kau putus asa karena itu hanya akan membawa keterpurukan. Berceritalah untuk meringankannya. Mengangislah jika ada badai di matamu, karena setelah menangis badai itu pasti berlalu.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


2 comments:
de gimana nih suka banget sama post lo yg ini
Haha thank you rhe, seneng ternyata ada yg baca. Mungkin ini kisah mu?
Post a Comment